Mencapai Ketenangan Jiwa Lewat Dzikir Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah



Mencapai Ketenangan Jiwa Lewat Dzikir Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah

Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, banyak orang mengalami stres, cemas, dan keresahan batin. Dalam Islam, salah satu solusi yang dapat membantu mengatasi kondisi ini adalah dengan melakukan dzikir. Dzikir Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah (TQN) menjadi salah satu metode yang terbukti mampu memberikan ketenangan jiwa. Praktik dzikir ini tidak hanya membantu mengelola emosi negatif, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai terapi dalam pendekatan konseling berbasis Islam.

Pengertian Dzikir TQN

Kata dzikir dalam bahasa Arab berarti mengingat, dan dalam praktik ibadah, dzikir merujuk pada mengingat Allah melalui kalimat tertentu yang diucapkan dengan lisan maupun diresapi dalam hati.

Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah merupakan penggabungan dari dua aliran sufi besar: Qadiriyah, yang menitikberatkan pada dzikir secara lisan (jahr), dan Naqsabandiyah, yang mengutamakan dzikir dalam hati (khofi). Oleh karena itu, dzikir dalam TQN dilakukan dalam dua bentuk:

  • Dzikir Jahr (terdengar): Mengucap La ilaha illallah sebanyak 165 kali setelah setiap salat fardu.

  • Dzikir Khofi (dalam hati): Mengulang lafaz Allah hingga 1000 kali.

Dzikir ini bukan sekadar pengulangan lafaz, melainkan sarana untuk menyucikan hati, menenangkan pikiran, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Peran Dzikir TQN dalam Konseling Islam

Dalam praktik konseling Islam, dzikir TQN berperan secara preventif dan kuratif:

  • Sebagai pencegahan (preventif): Dzikir membantu meredam emosi negatif seperti kemarahan, kecemburuan, dan kecemasan.

  • Sebagai penyembuhan (kuratif): Dzikir menjadi media untuk mengatasi keresahan, stres, dan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Dalam konteks ini, konselor Islam dapat berperan layaknya mursyid—pembimbing spiritual—yang tak hanya memberi arahan rasional, tetapi juga menuntun klien ke dalam ketenangan batin lewat pendekatan spiritual.

Bagaimana Dzikir TQN Meredakan Kecemasan?

Penelitian menunjukkan bahwa dzikir yang dilakukan secara konsisten memberikan manfaat spiritual dan psikologis seperti:

✔ Menenangkan hati dan pikiran sehingga mampu meredakan stres dan kecemasan.
✔ Meningkatkan kesabaran dan rasa syukur yang berdampak positif pada kebahagiaan.
✔ Mengurangi emosi negatif seperti kemarahan atau keputusasaan.
✔ Meningkatkan kemampuan refleksi dan fokus yang memperdalam kedamaian batin.

Langkah Memulai Dzikir TQN

Untuk memulai dzikir TQN dan memperoleh manfaatnya, langkah-langkah berikut dapat ditempuh:

  1. Mengikuti baiat: Dzikir TQN dimulai dengan pembaiatan kepada seorang mursyid yang telah memiliki otoritas.

  2. Menjaga kesucian dan ketenangan tempat: Dzikir sebaiknya dilakukan dalam keadaan suci dan di lokasi yang tenang.

  3. Melaksanakan dzikir dengan penuh kekhusyukan: Fokuskan hati hanya kepada Allah, hindari gangguan duniawi.

  4. Mematuhi panduan dzikir: Dzikir jahr dan khofi harus dilakukan sesuai dengan jumlah yang ditentukan.

Penutup

Dzikir TQN adalah bentuk terapi spiritual dalam Islam yang dapat membantu menenangkan pikiran dan mengatasi kegelisahan sehari-hari. Dengan membiasakan dzikir, seseorang tidak hanya menemukan kedamaian batin, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah.

Bila Anda tengah dilanda stres atau kecemasan, cobalah meluangkan waktu untuk berdzikir. Beberapa menit dalam sehari bisa membawa dampak besar dalam hidup Anda.

Sumber:
Sholihah, M., Maarif, M. A., & Romadhan, M. S. (2021). Konseling Islam Dengan Dzikir Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah: Mengatasi Kegelisahan Jiwa Dan Bathin. Al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 299–317.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Al-Haya’: Rasa Malu dalam Perspektif Islam dan Cara Mengukurnya

Mengukur Tingkat Religiusitas Muslim di Indonesia: Seperti Apa Caranya?

Psikologi Agama: Kunci Membangun Pribadi yang Tangguh dan Berjiwa Besar