Mengukur Tingkat Religiusitas Muslim di Indonesia: Seperti Apa Caranya?
Dalam ranah psikologi Islam, mengukur religiusitas bukanlah hal yang mudah. Banyak studi memakai alat ukur yang berbeda-beda, sehingga menyulitkan perbandingan hasil serta penarikan kesimpulan yang solid. Tulisan ini akan membahas sejumlah instrumen pengukuran religiusitas yang telah terbukti valid dan bisa diterapkan di konteks Indonesia.
Sayangnya, permasalahan yang kerap muncul adalah penggunaan beragam skala oleh peneliti di Indonesia. Hal ini menghambat upaya untuk membandingkan hasil studi atau menyusun kesimpulan yang konsisten terkait peran religiusitas dalam kehidupan masyarakat.
-
Muslim Daily Religiosity Assessment Scale (MUDRAS)Disusun oleh Olufadi (2017) dan diterjemahkan oleh Suryadi dan tim (2020), MUDRAS menilai religiusitas melalui tiga aspek:
-
Perilaku menjauhi dosa – seberapa konsisten seseorang menghindari larangan agama.
-
Ibadah yang dianjurkan – seberapa rutin seseorang melaksanakan amalan sunnah.
-
Partisipasi fisik dalam ibadah – seberapa aktif seseorang dalam menjalankan ibadah fisik.
Meski menjanjikan, skala ini masih perlu diuji pada kelompok masyarakat yang lebih beragam, sebab studi awal hanya melibatkan mahasiswa dari universitas Islam.
-
Skala Religiusitas Muslim (Mohd Mahuddin dkk., 2016)Skala ini berakar dari konsep Islam dan mencakup tiga komponen:
-
Iman – pemahaman terhadap Tuhan.
-
Islam – pelaksanaan ibadah harian.
-
Ihsan – penerapan nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Walau berasal dari Malaysia, skala ini dapat diterapkan di Indonesia karena landasannya yang kuat dalam ajaran Islam.
-
Four Basic Dimensions of Religiousness (4-BDRS)Dikembangkan oleh Saroglou (2011) dan diadaptasi ke bahasa Indonesia oleh Aditya dan kolega (2021), skala ini mencakup empat dimensi universal:
-
Believing (Keyakinan)
-
Bonding (Keterikatan spiritual)
-
Behaving (Perilaku keagamaan)
-
Belonging (Identitas keagamaan dalam komunitas)
Karena sifatnya yang lintas agama, 4-BDRS dapat digunakan untuk studi komparatif antaragama, termasuk umat Muslim.
-
Skala Religiusitas Muslim oleh Amir (2021)Dikembangkan oleh peneliti Indonesia, skala ini terdiri dari tiga aspek:
-
Keyakinan – kekuatan kepercayaan terhadap ajaran Islam.
-
Praktik – frekuensi dalam menjalankan ibadah.
-
Pengalaman spiritual – intensitas pengalaman spiritual yang dirasakan.
Kelebihan skala ini adalah kesesuaiannya dengan konteks budaya dan sosial Indonesia.
Semoga artikel ini bisa menjadi referensi bagi siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang religiusitas Muslim di Indonesia.
Komentar
Posting Komentar